Botubarani

Selain Taman Laut Olele yang sudah terkenal hingga ke penjuru dunia berkat keberadaan sponge Salvadore Dali, Gorontalo juga masih memiliki Pantai Botubarani, sebuah kawasan yang terletak di Desa Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Di pantai ini, terdapat kegiatan wisata minat khusus yaitu memunculkan hiu paus (Rhincodon typus) yang distimulasi dengan pemberian pakan.

Didukung dengan kemudahan akses menuju Pantai Botubarani, kegiatan wisata di wilayah tersebut menjadi sangat tinggi sehingga menyebabkan terjadinya aktivitas wisata yang tidak ramah lingkungan dengan salah satu dampaknya adalah adanya hiu paus yang terluka.

Dengan dilengkapi hasil-hasil riset hiu paus yang dilakukan di Botubarani sebagai landasan penentuan regulasi dan kebijakan di Pantai Botubarani, buku ini bertujuan sebagai langkah awal dalam upaya mengharmoniskan kegiatan konservasi dan wisata minat khusus di Pantai Botubarani.

Secara administratif Pantai Botubarani berlokasi di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, sekitar 12 km dari pusat Kota Gorontalo dengan waktu tempuh selama 20 hingga 30 menit perjalanan darat. Lokasinya yang dekat dengan pusat kota membuat tempat wisata yang satu ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Selain itu, akses menuju ke Pantai Botubarani juga sangat mudah karena tidak jauh dari jalan utama, sehingga para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau pun kendaraan roda empat untuk menuju ke Pantai Botubarani.

Pantai Botubarani adalah sebuah pesisir yang menghadap langsung ke Teluk Tomini, sehingga memiliki air laut yang berwarna biru bersih dan ombak yang sangat tenang. Pantai Botubarani memiliki pepohonan yang berdiri sejajar secara rapi, seakan siap menjadi pelindung bagi para pengunjung di saat terik melanda.

Di bibir pantai juga terdapat dermaga, yang bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk duduk bersantai sembari menyantap bekal yang di bawa dari rumah. Menikmati keindahan Pantai Botubarani dari dermaga tersebut juga bisa menjadi pilihan yang menawan, di mana Teluk Tomini akan terlihat lebih sempurna. Di sekitar pantai juga berjajar perahu nelayan setempat, yang diparkir untuk kemudian digunakan pada malam hari guna mencari ikan di tengah laut.

Selain menyajikan keindahan pesisir, Pantai Botubarani juga sering kali dikunjungi oleh kawanan hiu paus yang jinak. Oleh sebab itu, nelayan setempat menjadikan kehadiran hiu paus atau yang bernama latin Rhyncodon typus tersebut sebagai daya tarik utama. Namun, nelayan tidak bisa memprediksi kapan kehadiran hiu paus di Pantai Botubarani. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang harus kecewa karena mereka tak bisa berjumpa dengan hiu paus di Pantai Botubarani.

Permasalahan itu lah yang kemudian membuat Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melakukan penelitian untuk mengetahui pola kemunculan hiu paus di perairan Pantai Botubarani. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa pada Januari hiu paus hanya singgah di Pantai Botubarani kira-kira selama dua hari, kemudian selama 14 hari pada Februari, 8 hari pada Maret, dan di bulan April diketahui hiu paus biasanya tidak akan mampir di Pantai Botubarani. Sementara itu, hiu paus biasanya akan singgah selama 28 hari pada Mei, selama 21 hari pada Juni, 2 hari pada Juli, dan Agustus serta November tidak ditemukan kemunculan hiu paus di pantai tersebut.

Oleh sebab itu, Pantai Botubarani akan lebih ramai dikunjungi para wisatawan pada bulan Mei dan Juli di setiap tahunnya. Untuk bisa berjumpa dengan hiu paus, ada baiknya berkunjung ke Pantai Botubarani pada pagi hari, sekitar pukul 7 hingga 10, di mana pada waktu-waktu tersebut mereka sedang berburu mangsa.